Senin, 04 Februari 2013

ALIRAN POSTMODERNISME



ALIRAN POSTMODERNISME


“ Mohon maaf nih teman-teman.... Pascasarjana UNPAK kelas G.5 Ciangsana ",   
saya sudah 1 bulan ini tepatnya tanggal 01 Januari 2013 hingga saat ini saya tidak bisa mengakses Blog, Facebook, tweeter, hotmail, yahoo dan email google padahal saya tidak pernah mengganti passawords, bahkan saya harus kehilangan beberapa customers saya di luar negeri.” dibikin stress sama google.... mungkin karena gratis kali....yah !!!...



Saya mengucapkan terima kasih atas atensi dan penghargaan  dari teman-teman yang meminta diemailkan mengenai hasil diskusi  mata kuliah Filsafat Ilmu tentang aliran Postmodernisme. Permintaan teman-teman tidak bisa saya emailkan satu persatu karena saking banyaknya yang minta, maka untuk mempermudahnya saya tuliskan saja mengenai aliran postmodernisme ini melalui Blog saya yang baru saja saya buat lagi.

Kalau kita membaca semua literatur tentang aliran postmodernisme sangat membingungkan dan sulit dipahami apalagi kita yang baru mengenal aliran / paham Postmodernisme. Saya juga harus berkali-kali membaca untuk dapat memahami maksud aliran tersebut bahkan saya harus membaca, membanding-bandingkan dengan aliran / paham Modernisme dan juga membadingan dengan Aliran Filsafat Pendidikan RE-KONTRUKSIONISME. Akhirnya dengan susah payah saya dapat menyimpulkan kedua aliran tersebut dengan bahasa saya sendiri, mudah-mudahan penjelasan ini dapat membantu teman-teman yang kelihatannya masih agak sedikit bingung. 

Saya mulai saja  yah !..,  Membicarakan aliran postmodernisme mau tidak mau kita juga harus tahu tentang aliran Modernisme, karena kedua aliran / paham ini sebab akibat, untuk lengkapnya sebagai berikut :

1Latar Belakang Lahirnya Aliran POSTMODERNISME

Latar belangkang timbulnya  aliran Postmodernisme disebabkan adanya kritik atau ketidak percayaan terhadap aliran Modernisme yang dianggap telah gagal mewujudkan cita-cita yang mereka agung-agungkan yaitu ingin mensejahterakan seluruh umat manusia, tetapi malah sebaliknya bahwa aliran modernisme dianggap telah gagal dan merusak tatanan kehidupan masyarakat yaitu kehidupan masyarakat sudah terlalu individualisme, yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin, yang pintar membodohi  orang yang bodoh dan negara yang kuat menjajah negara yang lemah. Yang lebih menyakitkan lagi, ketika bom atom diledakan di Hiroshima dan Nagasaki, berapa ratus umat manusia yang mati akibatkan ledakan tersebut dan betapa dahsyatnya kerusakan yang ditimbul terhadap alam semesta. 
Inilah hal-hal yang melatar belakangi lahir atau timbulnya aliran / paham POSTMODERNISME.

Pengertian aliran POSTMODERNISME.

Post-Modern-Isme, berasal dari bahasa Inggris yang artinya faham (isme), yang berkembang setelah (post), modern.
Postmodernisme dibedakan dengan postmodernitas, jika postmodernisme lebih menunjuk pada konsep berpikir. Sedangkan postmodernitas lebih menunjuk pada situasi dan tata sosial sosial produk teknologi informasi, globalisasi, fragmentasi gaya hidup, konsumerisme yang berlebihan, deregulasi pasar uang dan sarana publik, usangnya negara dan bangsa serta penggalian kembali inspirasi-inspirasi tradisi. Hal ini secara singkat sebenarnya ingin menghargai faktor lain (tradisi, spiritualitas) yang dihilangkan oleh rasionalisme, strukturalisme dan sekularisme.
Para Ahli postmodernisme masih belum sepakat mengenai pengertian diatas dengan alasan bahwa pengertian diatas akan mengaburkan arti dari kata Modernisme itu sendiri.
Istilah Postmodernisme telah ada sejak tahun 1930 Yang lebih sering dianggap sebagai pencetus istilah tersebut adalah Arnold Toynbee.
Awal kebangkitan aliran postmodernisme ini  diawali dengan dihancurkannya perumahan  Pruitt-Igoe di St. Louis, oleh para penghuninya yang dianggap sebagai lambang arsitektur modern pada sore hari tanggal 15 Juli 1972. Menurut Charles Jencks, yang dianggap sebagai arsitek postmodern yang paling berpengaruh, peristiwa penghancuran ini menandai kematian modernisme dan menandakan kelahiran postmodernisme.

3.    Teori / Paham Tentang Kebenaran

a.    Paham Modernisme
Menurut paham modernisme bahwa KEBENARAN harus berdasarkan rasionalisme dan universal. Rasionalisme dan logika merupakan tolak ukur bahwa ilmu pengetahuan itu benar yang dituangkan didalam sebuah tesis.
b.    Paham Postmodernisme
Paham postmodernisme meragukan konsep kebenaran universal yang dibuktikan dengan usaha-usaha rasio. Paham ini tidak mau menjadikan rasio sebagai tolok ukur kebenaran. Postmodern mencari sesuatu yang lebih tinggi daripada rasio. Mereka menemukan cara-cara nonrasional untuk mencari pengetahuan, yaitu: melalui emosi dan intuisi.
     Kebenaran atau kekeliruan Menurut paham ini tidak perlu harus membuktikan diri bahwa mereka benar dan orang lain salah. Bagi mereka, masalah keyakinan/kepercayaan adalah masalah konteks sosial. Mereka menyimpulkan,"Apa yang benar untuk kami, mungkin saja salah bagi Anda," dan "Apa yang salah bagi kami, mungkin saja benar atau cocok dalam konteks anda." 

Kesadaran Paham Medern dan Postmodern  sama-sama menganut sikap relativisme dan pluralisme tetapi yang membeda pengertian tersebut adalah :
1.    Relatif pluralisme dari modernisme bersifat individualistik: pilihan dan cita rasa pribadi diagung-agungkan. Mottonya adalah "setiap orang berhak mengeluarkan pendapat.“
2.    Sebaliknya postmodernisme menekankan kelompok. Kaum postmodern hidup dalam kelompok-kelompok sosial yang memadai, dengan bahasa, keyakinan, dan nilai-nilainya tersendiri. Akibatnya pluralisme dan relativisme postmodern menyempitkan lingkup kebenaran menjadi "lokal". Suatu kepercayaan dianggap benar hanya dalam konteks komunitas yang meyakininya.


4.    Ciri-Ciri Aliran Modernisme dan Postmodernisme.

a.    Pahma Modernisme.
Aliran / Paham Modernisme di awali dengan adanya revolusi industri, dimana banyak didirikan berbagai macam pabrik-pabrik untuk memproduksi barang-barang untuk kebutuhan masyarakat. Aliran ini disimbolkan  dengan lambang Pabrik.
          Bahan baku untuk memproduksi barang-barang tersebut berasal dari kekayaan alam sehingga lama kelamaan bahan baku tersebut akan habis dan rusak, inilah yang dikritisi oleh aliran paham postmodernisme.
          Paham modernisme ini juga telah masuk ke wilayah Indonesia sehingga pada jaman pemerintahan  presiden Suharto, yang tadinya negara Indonesia sebagai negara Agraris, pelan-pelan ingin dirubah menjadi negara Industri. Sehingga pada saat itu banyak didirika berbagai macam pabrik hampir di seluruh wilayah Indonesia.  
Dampak dari kebijakan tersebut dapat kita rasakan saat ini, seperti kebutuhan beras harus impor dari negara seperti, Thailand, Vietnam, Myanmar dan India. Bahan baku tempe yang asli makan khas Indonesia, bahan bakunyapun harus import, dan juga harus mengimpor Daging dan sapi dari Australia untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

b.    Paham Postmodernisme
Aliran postmodernisme diawali dengan kebangkitan era media informasi. Era informasi ini bukan hanya mengubah pekerjaan kita tetapi juga menghubungkan seluruh belahan dunia. Masyarakat informasi berfungsi berdasarkan jaringan komunikasi yang meliputi seluruh muka bumi. Efisiensi sistem tersebut sangat mengejutkan. Pada masa lalu, informasi tidak secepat perjalanan manusia. Tetapi sekarang informasi dapat mengalir ke seluruh dunia secepat cahaya. Yang lebih mengagumkan lagi adalah kemampuan era postmodern untuk mendapatkan informasi dari mana saja secara cepat.
Karena sistem komunikasi global yang begitu canggih, kita dapat mengetahui peristiwa apa saja di mana saja di dunia ini. Aliran Postmodernisme di lambangkan dengan gambar Komputer.
Statistik kerja membuktikan bahwa kita sedang mengalami perubahan dari masyarakat industri kepada masyarakat informasi. Pada era modern, mayoritas lapangan pekerjaan terbuka dalam bidang produksi barang. Pada tahun 1970-an, hanya 13% dari buruh-buruh di Amerika bekerja dalam produksi barang; 60% bekerja dalam bidang informasi. Pelatihan untuk karir yang berkaitan dengan informasi - baik prosesor data maupun konsultan - menjadi sangat penting.
Aliran inipun begitu cepat dan dahsyatnya masuk kedalam sendi-sendi kehidupan masyarakat kita, hampir seluruh masyarakat merasakan walaupun tanpa disadari bahwa era postmodernisme telah hadir ditengah-tengah kita.
Ibu-ibu rumah tangga saat ini sudah dapat melakukan usaha / berbisnis dirumah secara online tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Para pelajar, mahasiswa, guru dan dosen untuk mendapatan ilmu pengetahuan tidak mesti harus bertatap muka secara langsung. Para pekerja dibidang jasa saat ini hampir seluruhnya menawarkan jasa tanpa mesti harus datang kekantor-kantor mereka, kantor bagi mereka hanya sebatas simbol.
Media informasi telah merubah dunia, selama bertahun- tahun dibelenggu oleh batas-batas negara, kini siapapun anda, kapanpun anda dan dimanapun anda dapat mengakses dan berhubungan dengan siapapun dan dengan negara manapun tanpa harus  memikirkan batas-batas wilayah suatu negara. Begitulah dahsyatnya sebuah era postmodernisme.

Demikian semoga dapat menambah wawasan keilmuan kita dan jangan lupa komentarnya walaupun hanya sebatas “ Thanks”

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Terimakasih mas artikelnya. Sangat memberi informasi!

    BalasHapus